Proses Pelaksanaan Audit Internal

Sebelumnya apa perbedaan antara audit internal dan audit ekternal? Perbedaannya, yaitu audit internal lebih menekankan pada pemeriksaan kinerja perusahaan dalam melaksanakan seluruh program kegiatan dan menilai seberapakah efektif-efisien kinerjanya. Apabila tidak efektif dan efisien maka pihak audit akan memberikan rekomendasi terkait hal tersebut. Sementara audit ekternal lebih mengarah pada laporan keuangan yang disusun perusahaan, apakah telah sesuai dengan kriteria dan standar yang telah ditetapkan atau tidak dan outputnya berupa opini dalam laporan audit.

Sebenarnya seberapa penting audit internal itu? Tujuan dari audit internal adalah untuk membantu organisasi mencapai tujuan perusahaan tetapi di samping mencapai tujuannnya tentu ada proses. Adanya proses inilah peran audit internal penting karena dengan dilakukannya audit internal maka sistem pengendalian internal dapat diterapkan secara efektif dan efisien serta memberikan jaminan mutu atas tata kelola perusahaan dan manajemen risiko perusahaan.

Nah, tahapan dalam pelaksanaan audit internal itu terdiri apa saja? Berikut ini tahapan-tahpan yang biasa dilakukan dalam melaksanakan audit internal, antara lain:

  1. Selection

Perlunya diskusi antara pihak auditor dengan pimpinan serta pihak manajemen untuk membahas mengenai risiko (risiko assesment) dan masalah yang berpotensi dalam menghambat pencapaian tujuan. Setelah diskusi ini dilakukan, perencanaan audit kemudian disusun.

  1. Planning

Tahapan berikutnya yaitu melakukan perencanaan terkait lingkup audit, tujuan audit, dan langkah-langkah audit untuk memenuhi tujuan tersebut. Pada tahap ini juga dilakukan review atas pekerjaan audit terdahulu. Tentu dalam tahap ini auditor harus paham akan proses bisnis perusahaan.

  1. Fieldwork

Tahapan ini auditor mulai melakukan pekerjaan-pekerjaan audit seperti meninjau ulang kebijakan, mengobservasi, mengumpulkan data, memverifikasi data, menganalisis, hingga pendokumentasian audit.

  1. Reporting

Auditor memastikan hasil dari pekerjaan lapangan ini dikomunikasikan secara efektif ke manajemen sehingga informasi ini dapat dirumuskan untuk merencanakan tindakan yang tepat/rekomendasi atas temuan yang diperoleh. Dalam reporting ini biasanya akan terdapat beberapa fase yaitu observasi, rekomendasi, dan pernyataan manajemen.

  1. Follow-up

Tahapan ini memastikan kalau rekomendasi-rekomendasi yang telah diberikan dan disetujui oleh pihak manajemen dilaksanakan dengan baik. Untuk itu, auditor diharuskan mem-follow up mereka agar tindakan korektif tersebut benar-benar terlaksana.

Referensi: https://internalaudit.uoregon.edu/report/audit-process; https://www.uky.edu/internalaudit/audit-process

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.