Laporan Closing Akhir Tahun, How to set it up?

Laporan keuangan adalah catatan informasi keuangan suatu perusahaan pada suatu periode akuntansi yang dapat digunakan untuk menggambarkan kinerja perusahaan tersebut. Laporan keuangan adalah bagian dari proses pelaporan keuangan. Laporan keuangan yang lengkap biasanya meliputi Laporan Posisi Keuangan (Neraca), Laporan Laba/Rugi, Laporan perubahan ekuitas, Laporan Arus Kas, dan Catatan Atas Laporan Keuangan.

Nah dalam penyusunan laporan keuangan tahunan tersebut ada beberapa informasi yang harus bisa diperoleh terlebih dahulu yaitu: adakah akun-akun yang memerlukan jurnal penyesuaian, akun-akun yang akan ditutup, metode penghitungan depresiasi dan prosedur stock opname dengan persediaan yang ada dalam laporan keuangan. Mari kita bahas satu-persatu

Jurnal penyesuaian

Jurnal penyesuaian adalah jurnal yang dibuat dalam proses pencatatan perubahan saldo dalam akun sehingga saldo mencerminkan jumlah yang sebenarnya. Fungsinya untuk menetapkan saldo catatan akun buku besar pada akhir periode, serta menghitung pendapatan dan beban selama periode yang bersangkutan. Akun-akun yang mungkin memerlukan penyesuaian adalah

  1. Akun perlengkapan yang memerlukan penyesuaian karena ada penggunaan
  2. Akun beban dibayar di muka kemungkinan memerlukan penyesuaian karena waktu teah dijalani/jatuh tempo
  3. Akun aktiva tetap yang memerlukan penyesuaian karena ada penyusutan/depresiasi
  4. Akun pendapatan yang memerlukan penyesuaian karena ada pendapatan yang belum diperhitungkan/ penerimaan yang belum menjadi pendapatan
  5. Akun beban yang memerlukan penyesuaian karena ada beban yang belum diperhitungkan atau pembayaran yang belum menjadi beban
  6. Akun pendapatan diterima dimuka yang memerlukan penyesuaian karena adanya kewajiban yang perlu dipenuhi kepada pelanggan

Closing entries (jurnal penutup)

Junal penutup adalah ayat jurnal yang disusun untuk memindahkan (mengosongkan) saldo perkiraan sementara (perkiraan nominal dan perkiraan prive) sehingga perusahaan dapat mengetahui laba / rugi usaha selama satu periode. Sumber penyusunan ayat jurnal penutup berasal dari kertas kerja kolom laba / rugi. Jurnal penutup ini dilakukan untuk pemisahan antar periode atau tahun buku. Akun yang ditutup yaitu akun-akun nominal dan dividen. Nominal Account: adalah account-account temporary yang harus ditutup diakhir periode ke rekening “Retained Earning (Laba Ditahan)”, yang meliputi:

  1. Cost & Expense accounts (Cost & Biaya)
  2. Income Tax
  3. Revenue accounts (Pendapatan)
  4. Disamping “Nominal Account”, “Dividen” juga harus ditutup

Prosedur untuk menyusun jurnal penutup meliputi:

  1. Memisahkan akun nominal dan akun riil
  2. Menutup akun nominal ke laporan laba-rugi misal menutup cost & expense (K) ke profit/loss (D)
  3. Membuat laporan laba/rugi
  4. Menghitung income tax
  5. Posting income tax dengan membuat jurnal income tax (D) dan Income tax payable (K)
  6. Menutup buku besar income tax ke profit/loss, profit/loss (D) dan Income tax (K)
  7. Menutup buku besar profit/loss ke retained earning, profit/loss (D) dan retained earning (K) jika laba, jika rugi maka dibalik
  8. Menutup dividen ke retained earning, retained earning (D) dan dividen (K)

Metode penghitungan depresiasi

Adalah proses pengalokasian harga perolehan aktiva tetap menjadi biaya selama masa manfaatnya dengan cara yang rasional dan sistematis.

Depresiasi didasarkan pada 3 faktor :

  1. Harga perolehan : biaya yang dikeluarkan sampai aktiva siap digunakan
  2. Nilai sisa : jumlah yang akan diterima pada saataktiva itu dijual atau ditarik dari penggunaannya
  3. masa manfaat : jangka waktu pemakaian aktiva yang diharapkan oleh perusahaan.
  • Factor fisik contoh : kerusakan
  • Factor ekonomi : ketidaklayakan : apabila suatu aktiva tidak berguna lagi bagi perusahaan tertentu karena permintaan akan produk perusahaan itu telah meningkat ; penggantian, penggantian suatu aktiva dengan aktiva lainnya yang lebih efisien.

Depresiasi bisa dihitung dengan beberapa metode yaitu:

  1. Metode garis lurus (straight line method)

berdasarkan metode ini bagian yang sama dari harga perolehan aktiva (diatas nilai sisanya) dialokasikan ketiap periode yang menggunakannya. Biaya depresiasi perperiode dinyatakan sebagai :harga perolehan – nilai sisa/taksiran umur manfaat.

      2. Metode unit produksi (unit of production method)

Depresiasi dihitung berdasarkan pada unit output atau unit produksinya missal jam, kg

depresiasi = depresiasi perunit x pemakaian

depresiasi = harga perolehan – nilai sisa    x pemakaian/umur taksiran (dalam unit)

      3. Metode saldo menurun ganda (double declining method)

Dalam menghitung depresiasi dengan metode ini tidak diakui adanya nilai sisa. Berdasar metode ini tariff depresiasi garis lurus tanpa nilai sisa dikalikan dua dan dipakai untuk menentukan depresiasi saldo menrun ganda dengan cara mengalikan tariff yang telah dikalikan dua tersebut dengan nilai buku aktiva pada tiap awal periode

nilai buku awal tahun x tariff depresiasi = biaya depresiasi

tariff depresiasi = 100% x 2/taksiran umur manfaat

     4. Metode jumlah angka tahun (sum of year)

Jumlah depresiasi dihitung berdasarkan pada serangkaian angka pecahan yang denominator atau penyebutnya diambil dari jumlah rentetan angka tahun tersebur. Angka tahun yang terbesar digunakan sebagai numerator atau pembilang dari angka pecahan untuk depresiasi tahun pertama.

harga perolehan – nilai sisa x pecahan angka tahun = biaya depresiasi

Stok opname

Bagi perusahaan yang bergerak dalam bidang retail atau manufaktur, stock opname menjadi salah satu hal yang penting dilakukan untuk penghitungan manual barang dagang atau inventaris sebuah perusahaan. Jadi dengan melakukan kegiatan ini maka pihak manajemen bisa mengetahui jumlah barang yang sebenarnya, karena pada akhir proses stock opname, akan ada kegiatan pencocokan antara perhitungan manual dan perhitungan sistem. Selisih atau perbedaan yang terjadi bisa diketahui setelah stock opname selesai dilakukan.

Prosedur melakukan stock opname yaitu:

  1. Koordinasi dengan bagian gudang untuk merapikan stok dan memisahkan barang milik perusahaan dengan barang konsinyasi (jika ada) atau barang setelah tanggal cut off
  2. Melengkapi inputan barang terkait mutasi
  3. Setelah semua stok sudah ter-input ke program, print semua stok dari program sebagai pedoman stok. Hasil print ini kemudian dibagikan kepada bagian accounting di masing-masing tim stock opname
  4. Proses stock opname mulai berjalan, setiap stok yang sudah dihitung diberi tanda agar tidak terjadi dobel penghitungan.
  5. Setiap lembar stok yang telah penuh diisi dengan hasil opname diserahkan ke bagian tim input untuk mulai disalin ke excel terlebih dahulu. Format excel yang digunakan ini harus bisa menunjukkan perbandingan stok versi program dengan hasil stock opname, sehingga bisa diketahui stok mana saja yang terjadi selisih.
  6. Kemudian setelah proses stock opname selesai, yang perlu dilakukan selanjutnya adalah melakukan pengecekan ulang atas stok yang selisih. Apakah terjadi salah hitung atau memang terjadi selisih atas stok.
  7. Setelah semua proses selesai, maka hasil stock opname tersebut diserahkan ke bagian accounting untuk dilakukan adjustment stock atau penyesuaian persediaan ke program.

Penulis: Shifa Indallah

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.