Prosedur Audit Atas Akun Kas

Bagaimana progres penyusunan laporan keuangan bisnis Anda menjelang akhir tahun ini?

Saat ini Kita telah memasuki bulan terakhir di tahun 2018 dimana biasanya perusahaan, organisasi, lembaga, baik yang profit maupun non profit sedang sibuk-sibuknya mempersiapkan ataupun menyelesaikan pelaporan keuangan mereka. Atau bahkan yang masih kebingungan bagaimana menyusun bukti-bukti transaksi yang dimiliki agar dapat dibukukan menjadi laporan keuangan yang benar sesuai dengan pedoman akuntansi yang berlaku. Apakah Anda salah satunya?

Bagi sebagian usaha, untuk menambah keyakinan terhadap isi informasi laporan keuangan tahunan tersebut, dilakukanlah yang disebut audit atas laporan keuangan. Audit atau pemeriksaan laporan keuangan disebut sebagai jasa atestasi atau asurans dengan tujuan memperoleh keyakinan atas laporan keuangan yang dibuat suatu entitas melalui suatu laporan yang disebut sebagai laporan audit eksternal yang berisi opini auditor atas kewajaran laporan keuangan tersebut.

Nah, yang akan kita bahas kali ini adalah salah satu prosedur yang biasa dilakukan dalam audit laporan keuangan, yaitu prosedur audit untuk akun pendapatan dan kas.

 

Definisi kas

Menurut PSAK no. 2 (IAI:2013:22) Kas terdiri dari saldo kas (cash on hand) dan rekening bank atau giro, serta setara kas yang sifatnya sangat likuid dan berjangka waktu relatif pendek.

Ada dua unsur kas yang dicantumkan di neraca :

  1. Kas ditangan perusahaan
  2. Penerimaan kas yang belum disetor ke bank
  3. Saldo dana kas kecil
  4. Kas di bank

Tujuan pengujian substantif terhadap kas

  1. Memperoleh keyakinan
  2. Membuktikan keberadaan
  3. Membuktikan hak kepemilikan klien
  4. Membuktikan kewajaran penilaian kas
  5. Membuktikan kewajaran penyajian dan pengungkapan kas di neraca

Program pengujian substantif terhadap kas

  • Prosedur audit awal
  1. Lakukan prosedur audit awal atas saldo akun kas yang akan diuji lebih lanjud.
  2. Usut saldo kas yang tercantum di neraca ke saldo akun kas yang bersangkutan di dalam buku besar.
  3. Hitung kembali saldo akun kas di dalam buku besar.
  4. Lakukan review terhadap mutasi luar biasa dalam jumlah dan sumber posting dalam akun kas.
  5. Usut saldo awal akun kas ke kertas kerja.
  6. Usut posting pendebitan akunkas ke dalam jurnal yang akan bersangkutan.
  • Prosedur Analitik
  1. Hitung rasio berikut ini :
  2. Rasio kas dengan aktiva lancar
  3. Lakukan analisis hasil prosedur analitik dengan harapan yang didasarkan pada data masa lalu, data industri, jumlah yang dianggarkan atau data lain.
  4. Bandingkan sldo kas dengan jumlah yang dianggarkan atau saldo kas akhir tahun yang lalu

Pengujian terhadap Transaksi Rinci

  1. Periksa sampel transaksi utang usaha yang tercatat ke dokumen yang mendukung timbulnya utang usaha.
  2. Periksa pengkreditan akun utang usaha ke dokumen pendukung : bukti kas keluar, laporan penerimaan barang, surat order pembeliaan, atau dokumen pendukung lain.
  3. Periksa pendebitan akun utang usaha ke dokumen pendukung : bukti kas masuk, memo debit untuk retur pembelian.
  4. Lakukan verivikasi pisah batas (cutoff) transaksi pembelian’
  5. Periksa dokumen yang mendukung transaksi pembelian dalam minggu terakhir tahun yang diaudit dan minggu pertama setelah tanggal neraca.
  6. Lakukan verifikasi pisah batas (cutoff) transaksi pengeluaran kas.
  7. Periksa dokumen yang mendukung transaksi pembayaran dalam minggu terakhir tahun yang diaudit dan minggu pertama setelah tanggal neraca.
  8. Lakukan pencarian utang yang belum dicatat.
  9. Periksa bukti-bukti yang mendukung transaksi pengeluaran kas yang dicatat setelah tanggal neraca.
  10. Periksa bukti kas keluar yang dibuat setelah tanggal neraca
  11. Periksa catatan sediaan barang konsinya masuk
  12. Pelajari peraturan perpajakan yang menyangkut bbisnis klien.
  13. Lakukan review terhadap anggaran modal, perintah kerja dan kontrak pembangunan untuk memperoleh bukti adanya utang yang belum dicatat.

Pengujian terhadap Saldo Akun Rinci

  1. Lakukan konfirmasi utang :
  2. Lakukan identifikasi penjual besat dengan me-review register bukt kas keluar atau buku pembantu utang, arsip induk utang, dan kirimkan konfirmasi kepada memiliki karakteristik berikut ini :
  3. Bersaldo besar
  4. Terdapat kegiatan pembelian yang luar biasa
  5. Bersaldo kecil atau nol
  6. Bersaldo debit
  7. Lakukan rekonsiliasi utang usaha yang tidak dikonfirmasi ke pernyataan piutang bulanan yang diterima oleh klien dari kreditur.

Verifikasi penyajian dan pengungkapan

  1. Bandingkan penyajian utang usaha dengan prinsip akuntansi berterima umum
  2. Melakukan metode pemeriksaan antara pengeluaran dan penerimaan kas untuk mengungkapkan ada atau tidaknya penggelapan kas.
  3. Mintalah informasi dari pihak manajemen dengan metode wawancara mengenai batas-batas penggunaan kas dan bandingkan dengan konfirmasi pihak bank.

Nah, demikianlah di antaranya rangkaian prosedur yang perlu dilakukan untuk mengaudit akun kas. Bagi rekan-rekan pembaca bisa mulai menyesuaikan agar saldo kas yang disajikan dalam laporan keuangan kita sudah benar dan sesuai fakta keterjadian transaksinya, sehingga memperoleh hasil yang valid apabila dilakukan audit nantinya.

Penulis: Fadhli Widya W

sumber :

http://www.materiakuntansi.com/contoh-program-audit-kas/

https://www.academia.edu/30656373/Pengujian Substantif terhadap Saldo Kas

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.