Langkah Mudah Menyusun Laporan Keuangan

Laporan keuangan merupakan salah satu catatan penting yang harus dimiliki oleh perusahaan, baik itu usaha yang bersakala kecil maupun usaha yang berskala besar. Laporan keuangan tersebut memiliki tujuan untuk memastikan kinerja dari perusahaan serta untuk memastikan keuangan perusahaan dalam satu tahun. Selain itu laporan keuangan juga menjadi salah satu bentuk tanggungjawab dari seoang manajer perusahaan terhadap para pemegang saham perusaan tersebut. Bagi perusahaan besar laporan keuangan bukanlah hal yang rumit untuk disusun, akan tetapi hal ini akan berbeda menurut pendapat para pengusaha kecil atau UMKM dimana mereka berpendapat bahwa laporan keuangan bukan merupakan suatu hal yang penting untuk dimiliki, karena para pelaku bisnis UMKM tersebut tidak memiliki pengalaman tenatng pembukuan atau pembuatan laporan keuangan. Selain tu laporan keuangan juga dapat digunakan oleh UMKM untuk mengajukan pinjaman dana ke bank yang menyediakan peminjaman modal untuk usaha yang lebih maju lagi, jika sebuah usaha tidak memiliki laporan usaha maka pemilik usaha tidak dapat mengetahui kinerja dari perusahaan yang dimilikinya. Banyak kesulian yang dialami oleh para pelaku UMKM di indonesia dalam menyusun sebuah laporan keuangan hal ini dikarenakan para pelaku usaha UMKM tersebut tidak memiliki pengalaman dalam penyusunan laporan keuangan. Berikut merupakan tips-tips untuk menyusun laporan keuangan untuk UMKM.

 Macam-macam laporan keuangan yang harus disusun oleh UMKM:

  1. Mencatat semua transaksi yang terjadi kedalam jurnal umum

Jurnal merupakansemua transaksi keuangan suatu usaha yang dicatat secara runtunt terjadinya transkasi tersebut dengan tujuan untuk pendataan dan termasuk didalamnya jumlah transaksi. Jurnal juga dikenal dengan sebagai buku utama karena menjadi tempat terjadinya pencatatan transaksi pertama.

  1. Setelah dilakukan penjurnalan maka langkah selanjutnya yaitu memasukkan jurnal pada daftar rekening-reking yang ada dibuku besar

Buku besar merupakan rincian dari setiap akun-akun yang ada. Setelah kita membuat jurnal, maka langkah selanjutnya yaitung mem-posting jurnal dalam buku besar. Memposting jurnal kebuku besar bukanlah hal yang sulit untuk dilakukan, karena kita hanya perlu memindahkan transaksi yang sudah di catat pada jurnal sebelumnya ke dalam akun-akun yang sesuai dengan rincian.

  1. Menyusun Neraca saldo

Neraca saldo merupakan suatu daftar rekening-rekening buku besar dengan saldo debet atau kredit. Penyusunan ini dilakukan apabila semua jurnal telah dibukukan dalam masing-masing rekening di buku besar. Karena dalam penyusunan belum ada ayat jurnal penyesuaian maka dalam neraca ini sering disebut dengan neraca saldo sebelum penyesuaian, dimana informasi yang disajikan dapat digunakan untuk mengecek keseimbangan antara debet dan kredit dari seluruh rekening di buku besar dan merupakan tahapan pertama untuk membuat jurnal penyesuaian dan neraca lajur.

  1. Mengumpulkan data yang diperlukan untuk membuat jurnal penyesuaian.

Beberapa transaksi mungkin belum tercatat dan masih tidak sesuai dengan keadaan diakhir periode sehingga data tersebut dikumpulkan untuk membuat jurnal

  1. menyusun neraca lajur (worksheet)

neraca lajur atau kertas kerja merupakan suatu cara yang dapat memudahkan penyusunan laporan keuangan yang dimulai dari neraca saldo dan disesuaikan dengan data yang diperoleh dari jurnal penyesuaian. Kemudian, saldo yang sudah disesuaikan akan nampak pada kolom neraca dan laporan laba rugi.

  1. Menyusun laporan keuangan yang terdiri dari laporan laba rugi dan laporan perubahan modal serta laporan-laporan ainnya.

Laporan-laporan tersebut dapat disusun langsung di neraca lajur, karena dalam neraca lajur sudah dipisahkan jumlah-jumlah yang dilaporkan dalam neraca atau laporan rugi laba. Kemudian, kedua laporan tersebut diubah bentuknya sehingga dapat dihasilkan neraca dan laporan rugi laba yang lebih mudah dibaca dan dianalisa.

  1. Menyusun dan menutup rekening-rekening.

Setelah rekening-rekening di dalam buku besar disesuaikan, maka berikutnya adalah membuat jurnal penutupan untuk menutup rekening-rekening nominal ke rekening rugi laba dan memindahkan saldo rugi laba ke rekening laba tidak dibagi. Setelah itu, informasi pada jurnal tersebut dibukukan ke buku besar sesuai dengan rekening-rekening yang bersangkutan.

  1. Menyusun neraca setelah penutupan

Untuk mengecek keseimbangan debet dan kredit rekening-rekening yang masih terbuka, maka dibuatlah neraca saldo setelah penutupan yang isinya rekening-rekening real saja, bukan termasuk nominal yang sudah ditutup.

Penulis: Hanna Hayati

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.